Potensi Wisata

Dusun-dusun

Monday, August 1, 2016

Warna Warni Desa Karduluk

Desa Karduluk merupakan desa yang luas daerahnya tidak terlalu besar, namun siapa menyangka bahwa Karduluk menyimpan banyak cerita menarik yang perlu untuk kita datangi jika kita berkunjung ke Karduluk. Banyak potensi desa yang dimiliki yang dimana membentuk aktivitas ekonomi bagi para masyarakat di desa Karduluk. Berikut merupakan potensi-potensi yang dimiliki desa Karduluk yang patut untuk kita ketahui, yaitu :
1.    Gula Merah
Jika kalian berkunjung atau melewati Desa Karduluk, mungkin kalian juga akan banyak menemukan pohon siwalan yang tumbuh subur di sisi kanan maupun kiri jalan. Nah, maka dari itu tidak heran jika Desa Karduluk cukup terkenal sebagai desa dengan pengolahan air nira menjadi gula merah. Sebagian besar masyarakat di desa ini menggantungkan hidupnya dengan membuat gula merah. Pembuatan gula yang dilakukan pun bahkan dilakukan dengan proses yang tradisional, jadi dapat kita bayangkan khas dari gula merah yang dibuat. Dalam sehari, proses pembuatan gula merah cukup lama. Membutuhkan waktu 8 jam untuk menjadikan air nira sebagai gula merah. Proses yang lama tersebut membuat jumlah produksi paling sedikit 3-5 mangkok dengan berat permangkok 1kg. Gula merah yang dibuat dapat bertahan hingga 6 bulan. Setiap mangkok gula merah dijual dengan harga Rp15.000.



2.    Pengrajin Seni Ukir Meubel
Seni ukir meubel merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki Desa Karduluk yang tidak bisa kita lewatkan jika berkunjung ke Desa Karduluk. Seni ukir meubel ini juga akan banyak kita temui di sepanjang jalan. Aktivitas yang rata-rata dilakukan oleh kaum laki-laki ini akan banyak kita lihat hampir di setiap rumah masyarakat Karduluk. Hal yang menarik dari seni ukir ini yaitu lebih mengarah pada khas ukir yang dibuat yaitu seni ukir khas Madura. Selain itu, bidang seni yang rata-rata dilakukan oleh masyarakat ini juga didapatkan dari pengetahuan otodidak dan sudah turun temurun. Hal ini dianggap selain sebagai penunjang ekonomi desa tersebut, namun sekaligus sebagai penunjang pulau Madura dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya.


3.    Pengrajin Tikar
Kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat di desa Karduluk tidak hanya terdiri dari dua yang telah kami sebutkan. Masyarakat desa Karduluk juga memanfaatkan daun Pohon Siwalan yang terbuang agar lebih bermanfaat yaitu menjadikan daun tersebut menjadi tikar. Keren bukan? Meskipun hanya tikar, siapa sangka banyak pengepul yang tertarik memasarkan kerajinan Tikar tersebut hingga keluar Madura termasuk Bali. Hal ini tentu sangat membantu ekonomi yang ada di desa tersebut.
4.    Kue Jubadha
Sebagian orang mungkin hanya mengetahui bahwa air nira hanya dapat diproses menjadi gula merah. Namun, bagi masyarakat Karduluk air nira juga dapat diolah menjadi jajanan kue yaitu Kue Jubadha. Kue Jubadha merupakan kue berbahan dasar air nira yang dicampur dengan gula pasir secukupnya lalu dicampur dengan tepung jagung. Setelah itu, campuran tersebut diaduk dalam sebuah wajan selama 3 jam hingga membentuk adonan. Apabila adonan telah jadi, maka barulah tahap pencetakan adonan dimulai dalam sebuah cetakan memanjang yang terbuat dari bamboo dan dilapisi plastik sembari dilapisi minyak agar tidak lengket. Proses pembuata Jubadha tidak berhenti disitu, masih ada tahap pengeringan adonan yang telah dicetak tadi hingg 3 jam. Setelah proses penjemuran barulah Jubadha dibentuk dengan cara digulung lalu dipotong kecil-kecil dan diikat dengan benang daun siwalan agar bau kue lebih khas. Dalam sehari apabila cuaca mendukung, satu home industry dapat memproduksi sebanyak 200 bungkus mika yang perbungkusnya di bandrol harga Rp2.500 saja. Pemasaran Jubadha ini juga banyak dipasarkan di tempat wisata yang ada di Sumenep.
5.    Nelayan pemburu Rajungan
Rajungan merupakan surganya para nelayan di Desa Karduluk. Selain berprofesi sebagai pengusaha home industry diatas, ternyata juga ada yang bekerja sebagai nelayan yang setiap harinya memburu Rajungan di laut. Meskipun tidak banyak yang berprofesi sebagai nelayan, namun harga jual dari Rajungan ini lumayan mahal. Setiap kilonya dipatok dengan harga Rp30.000. Dalam sehari, nelayan di Desa Karduluk bisa menangkap 7 sampai 10 kg rajungan. Maka dari itu, profesi ini merupakan pekerjaan sampingan yang cukup menguntungkan bagi masyarakat Karduluk.

Itulah tadi lima potensi desa Karduluk yang membuat Karduluk berwarna warni. Potensi serta kreatifitas yang dimiliki oleh desa Karduluk cukup menarik perhatian dari kelompok KKN 21 Universitas Trunojoyo Madura untuk dapat mengembangkan usaha dari masing-masing potensi tersebut yang pada akhirnya dapat membantu memajukan Desa Karduluk.

0 comments:

Post a Comment