Potensi Wisata

Dusun-dusun

Sunday, August 7, 2016

Resep Si Manis (JUBADHA)



Madura adalah salah satu pulau garam yang terletak di paling ujung provinsi Jawa Timur dan terdiri dari empat Kabupaten diantaranya Bangkalan, Sampang, pamekasan dan Sumenep. Keempat Kabupaten tersebut memiliki beragam camilan salah satunya Kabupaten Sumenep. Salah satu makanan khas Kabupaten Sumenep yaitu kue Jubadha yang pengolahannya terletak di dusun Blajut desa Karduluk Kecamatn Pragaan Kabupaten Sumenep. Tepatnya saya mendatangi kediaman bapak Ahmad A’la salah satu pembuat “Jubadha”, nama Jubadha tersebut suudah ada sejak zaman nenek moyang beliau bahkan dari penjajahan belanda. Dari proses pembuatan Jubadha tidak jauh beda dengan cara membuat dodol, bahan-bahan yang digunakan dari Jubadha diantaranya air siwalan, tepung jangung, tepung beras dan gula pasir. Proses pengolahannya air siwalan di masak sampai mendidih lalu tuangkan campuran antara tepung jagung dan tepung beras masing-masing ½ kg. Setelah proses pencampuran mendidih tuangkan gula pasir 1 kg,  lalu di aduk sampai rata dan mengental kira-kira tiga jam. Berikut gambar proses pembuatan Jubadha:





Berikut gambar proses penggulungan Jubadha



Setelah adonan mengental siapkan cetakan yang terbuat dari anyaman bambu yang di lapisi dengan plastik, lalu plastik tersebut diolesi dengan minyak goreng supaya adonan tidak nempel lalu setelah selesai di cetak dan di jemur di bawah terik sinar matahari sampai adonan tersebut mengeras. Tekstsur kue jubadha tahan lama atau tidaknya tergantung panasnya sinar matahari apabila semakin lama penjemuran maka semakin tahan lama kira-kira sampai enam bulanan. Setelah adonan mengeras sampai merata adonan tersebut bisa langsung  di gulung layaknya   tikar kemudian di potong kecil-kecil dan di ikat dengan daun muda pohon siwalan yang sudah di keringkan dan di iris-iris seperti tali ravia. Dari aroma daun muda siwalan yang sudah di keringkang mempunyai ciri  khas tersendiri. Kemudian di kemas dengan mica cantik lalu di pasarkan dengan harga yang relatif murah yaitu Rp 2500 perbungkus isi 20 biji, pak Ahmad a’la hanya membuat jika ada pemesannya saja tapi setiap hari pasti ada pesanan, apalagi menjelang hari raya idul fitri pesanan akan bertambah tidak terlalu banyak untung dari Jubadha namun dari pihak dinas menginginkan camilan Jubadha tetap ada dan tidak terkikis oleh waktu.



                        

0 comments:

Post a Comment