Potensi Wisata

Dusun-dusun

Sunday, August 7, 2016

ABHANTAL OMBEK ASAPO' ANGIN ( Berbantal Ombak Berselimut Angin )







Desa Karduluk merupakan salahsatu desa yang bertempat di Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Selain desanya sebagian besar penduduknya bekerja sebagai meubel namun disisi lain ada juga yang bekerja sebagai nelayan kepiting laut. Salah satunya Bapak Fauzi yang saya temui sebagai narasumber di Desa Karduluk pada hari Rabu Tanggal 20 juli 2016 jam 05.00 WIB. Kami dan kawan-kawan mengikuti perjalanan Bapak Fauzi saat berlaut mencari Kepiting Laut. Jujur saya itu saat petama kalinya kami berlaut mencari kepiting laut dan menaiki perahu kecil yang sekiranya muat hanya 5 orang saja. Dalam proses pengambilan kepiting berbeda dengan pengambilan ikan, yang sebelumnya telah dipasang jebakan kepiting ditengah-tengah laut sebanyak 200 jebakan yang telah diisi umpan ikan “KOPE’” sebutan dari warga madura. Jebakan tersebut disebar menjadi 20 titik yang sekiranya tempat bersembunyinya kepiting laut. Namun saat pengambilan rajungan tersebut memang kami sangat kurang beruntung  pendapatan yang kami dapat hanya sedikit yaitu sebanyak 21 ekor kepiting. Jika para nelayan ingin mendapatkan lebih banyak dari sebelumnya maka nelayan dapat berlaut di malam hari. Namun banyaknya pendapatan kepiting tergantung juga dengan cuaca apabila cuacanya panas maka akan banyak kepiting yang didapat dan sebaliknya. Saat pengambilan rajungan selanjutnya, kami memang terhambat dengan datangnya mendung yang sangat gelap dan saat mendung itu pula penjalanan kami kurang efisien karena ombak yang datang sangatlah besar. 

Tata cara saat bapak Fauzi mengambil rajungan laut tesebut yaitu dengan cara mengambil jebakan yang telah dipasang dihari sebelumnya. Saat bapak fauzi mengambil rajungan yang masuk dalam jebakan tersebut maka disaat itulah bapak fauzi langsung akan mengisi kembali umpan “KOPE’” dan disebar kembali namun penyembarannya dilakukan ditempat lain. Banyak jebakan yang kosong dan hanya terisi dengan anakan rajungan, selain anakan rajungan ada juga telur rajungan yang bentuknya seperti agar-agar yang berwarna putih. Jebakan yang telah diambil dan diisi kembali dengan umpan maka akan ditinggal kembali dan diambil keesokan harinya. Maka jika semuanya telah diisi dan disebar kami kembali pulang dan dalam cuaca mendung yang gelap beserta rintikan hujan. Dan ombak yang lumayan tinggi dikarenakan mendung. Dengan hebatnya si bapak fauzi walaupun laut yang tertutup dengan hujan dan ombak yang lumayan tinggi bapak fauzi masih tetap mengetahui arah menuju pulang.







Saat perahu kami telah sandar maka kami melanjutkan pulang menuju rumah bapak fauzi dengan jalan kaki. Dan sesampai dirumah beliau rajungan siap untuk dijual kepada pengepul. Harga rajungan perkilo seharga Rp 31.000 dan perolehan kami saat berlaut sebanyak 2,5 Kg.

0 comments:

Post a Comment