Potensi Wisata

Dusun-dusun

Monday, August 1, 2016

Dusun Reng Perreng Desa Karduluk

Dusun Reng Perreng adalah salah satu dari ketiga belas dusun yang ada di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Dusun Reng Perreng memiliki jumlah penduduk kurang lebih 900 penduduk. Lembaga yang ada didusun Reng Perreng meliputi dua masjid dan empat musholla. Musholla tersebut digunakan sebagai tempat mengaji para anak kecil yang ada didusun Reng Perreng. Serta digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Sholawatan yang dilaksanakan setiap malam selasa. Kelompok sholawatan didusun Reng Perreng berjumlah sebanyak dua kelompok, dan kegiatan muslimatan yang yang juga dilaksanakan setiap satu minggu sekali. dan pesertanya adalah kaum perempuan dewasa.
           
            Selain kelompok muslimatan dan sholawatan, didusun Reng Perreng juga memiliki kelompok yasinan yang dilaksanakan setiap minggu sekali dan berjumlah sebanyak dua kelompok dalam satu dusun. Untuk lembaga pendidikan hanya ada satu sekolah yaitu berupa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
            Mayoritas pekerjaan warga dusun Reng Perreng adalah sebagai pengrajin tikar yaitu sekitar 90% dan penjualannya adalah dengan cara dijual kepada pengepul. Adapun yang belerja sebagai pengolah gula nira hanya sekitar 20% dan penjualannya juga dijual kepada pengepul, ada juga yang bekerja sebagai karyawan di permeubelan yaitu sekitar 70% dan yang bekerja sebagai pengusaha meubel sekitar 5% dengan penjualan sampai ke kota-kota luar sumenep. Untuk petani jagung terdapat sekitar 50% dan hasil dari panen jagung tersebut tidak dijual, melainkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Selain pekerjaan-pekerjaan tersebut warga dusun Somangkaan juga ada yang membuka usaha sendiri berupa toko kecil-kecilan sekitar 25%. Karena memang usaha tersebut digunakan sebagai usaha sampingan.
            Sebagai sebuah dusun yang merupakan bagian dari desa, tentunya dusun Reng Perreng juga memiliki masalah sendiri yang sering dikeluhkan oleh warga di dalamnya. Keluhan tersebut berupa pembangunan jalanan yang tidak tahan lama, tidak menjangkau pedalaman, dan permintaan jalan untuk di pavin dari warga kurang terpenuhi. Selain masalah jalan, ada juga keluhan dari masyarakat yaitu mengenai kewajiban mengikuti program BPJS per anggota keluarga. Artinya warga merasa keberatan dengan sistem tersebut.

0 comments:

Post a Comment